⚡✨๐ท☘๐พ๐๐ฅ๐ฅ๐ญ๐ฌ
*Resume Kulwap Banten HEbAT Community*
*_Family Project_*
26 Maret 2017
*Narsum :* Achmad Ferzal (Ical)
*Admin :* Bunda Inten
*Host & Moderator :* Bunda Noni
*Notulis :* Ayah Muji
๐พ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ญ⚡
๐ Profil :
๐ค Nama: Achmad Ferzal (bang Ical)
๐นPenggagas dan Pendiri TRUE Creative aid (www.ngakal.ning.com).
๐นDesain produk ITB, ketertarikan pada pengembangan: Design Thinking for All. Digunakan sebagai sarana pembangkit daya kreativitas berbasis LINGKUNG (kreatifalakita).
๐นBerpengalaman mendampingi masyarakat di pedalaman dan menemukan pola didik sejati anak-anak ala daerahnya masing-masing.
๐นAyah dari 5 anak muda (si bungsu 16 tahun).
๐นBerdomisili di kota Bogor
๐----------------------------------๐๐
*Materi Pengantar*
๐คฆ๐ฝ♂Kesalahan yang direncanakan dan
⚡kejutan yang tidak direncanakan
๐ merancang kegiatan sejatinya bukan semata heboh dan hebat kegiatannya diatas kertas atau didalam benak.
๐จ๐พ๐ณ๐ฉ๐พ๐ณ namun seberapa antusias dan terlibatnya kita dalam pelaksanaan kegiatannya.
๐ walau kegiatan terlihat kecil dan biasa. Seringkali berubah menjadi keren dan bermakna.
⚡tidak jarang menghasilkan ide untuk kegiatan lanjutan yang mengejutkan.
๐คฆ๐ฝ♂aneka kesalahan ketika berkegiatan terkadang menjadi bahan alami untuk pembelajaran.
๐๐ฝ intinya jangan merancang terlalu sempurna. Karena kita makhluk yang makin bijak dari kekurangan2.
๐karena antusias kita ikut berkegiatan ditambah energi anak-anak mampu menghasilkan ๐กide2 dan ๐ kemungkinan baru yang mengejutkan.
⭐ it takes wisdom of elder and young people energy⚡
๐intinya mulai dari yang ada, tidak mengada-ada apalagi menunggu semua tersedia.
๐ก rumah mungil kita dan aneka kegiatan didalamnya adalah sumber pertama kegiatan bersama anak.
๐ฃ yuk kita diskusikan bersama๐๐ป
=====================
❓❓*Tanya Jawab*๐ต
1⃣ *Ingrid-Bekasi*
Assalaamualaikum bang Ical,
Drumah saya forum keluarga masih proses, blm mjd habit, masih jrg2 kumpul dan ngobrol2 brg. Boleh minta tips dan trick utk mengajak angg keluarga "scr sadar" membahas ttg projek keluarga? Sejauh ini anak dan suami tdk tll antusias, cenderung berkegiatan sendiri2 dan suami blm merasa penting utk "terlibat", baik dlm pddikan anak2 apalagi projek keluarga. Tks.
๐จ๐ซ *Bang Ical:*
1⃣. Bunda Inggrid...mulailah dengan kemampuan hebat khas ibu-ibu:
Mengajak dan membuat kejutan.
Mulailah dengan mendata dan menyerap kegiatan apa yang biasa bunda lakukan.
Pikirkan bagaimana kegiatan yang biasa tersebut menjadi asyik dan bisa dilakukan bersama.
Hanya dengan membereskan tempat tidur, namun dilakukan dengan cara berbeda. InsyaAllah ada keseruan didalamnya
Pelan-pelan saja. Dan selalu bertanya2 atau luangkan waktu untuk berpikir dan bertanya dalam hati...bagaimana caranya ya? ✔
2⃣ Assalamualaikum Ayah Ical, salam kenal sy Mery domisili di kabupaten terjauh propinsi Kalbar yaitu Putussibau Kapuas Hulu ๐๐ป๐
Baca materi pengantarnya, jd gregetan pengen banget bs sampai titik "ketagihan" atau "demam" family project seperti Ibu Septi yg "demam gamification" ๐
Nah yg jd pertanyaan, hal ini adalah hal yg sangat baru buat keluarga kami. Koq rasa2nya klo dimulai dgn hal yg sederhana pake banget jd gak menantang ya, contohnya: nyuci baju bareng, bersihin jendela bareng, dsb yg msh seputar rmh n keluarga inti ๐
Padahal unik banget ya kan lingkung tiap daerah begitu jg fitrah bakatnya anak2, apalagi di tempat kami yg msh alami, tentu bs dieksplor semaksimal mungkin. Tapi eh tapi, belum nemu formulasi yg cocok antara kedua keunikan td ๐ Ya krn kami masih minim pengalaman mungkin ya.. Duh jd panjang gini ๐
Intinya, mulai dr mana ya biar anak2nya happy (yg plg penting bs menggali fitrah bakatnya), gak merasa berat memulai project tapi menantang jg buat kami selaku orang tua?
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
2⃣. Bunda Mery...bisa dicoba memulai atau merancang kegiatan dengan membagi kegiatan menjadi 3 bagian:
1. Pembuka...kita hadir bak artis disini. Membuat menarik dan imajikan seperti sebuah show๐คก
2. Isi kegiatan...kita seperti nahkoda kapal. Bersama dan mengendalikan tanpa terlihat ๐ฎ๐ผ
3. Akhir kegiatan...kita maknai dengan arif seperti ulama๐๐ฟ
Ingat...antusias kitalah yang harus menyala.
Intinya lakukan dahulu...perbaikan datang kemudian ✔
*_Tanggapan 1_*
๐๐ป *Bunda Mery* :
Menanggapi ya Ayah Ical
Noted pada kata, ANTUSIAS n BE ACTRESS ๐
Nah, supaya tetap bs ON STAGE n powerfull gitu gimana ya?
Sy suka moody jujur aja nih ๐
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
☕ baik bunda..Nggak harus on fire terus sih.
Intinya memang menemukan dan membangkitkan kemauan diri.
Pasang tujuan dan diskusikan bersama pasangan atau teman boleh.
Catat dan rencanakan dengan cara bunda.
Langsung lakukan.karena moody itu muncul sebelum kegiatan. Jadi kudu diajak maen moody nya๐
๐จ๐ซ *Bang Ical:*
Buat moody playground ya bunda Mer ๐บ๐ผ
๐๐๐ฝ
*_Tanggapan 2_*
๐๐ป *Bunda Yardha* :
Apakah boleh menanggapi?
Bang ical, bisa dijelaskan maksud dari moody Playground ini bagaimana ya? ๐
๐จ๐ซ *Bang Ical*:
๐๐ฝ cuma Istilah saya untuk memulai dorongan bermain menggunakan suasana moody.
Karena moody itu sebenernya tanda untuk mulai maen. Bukan untuk diikuti. Kita yang ajak dia maen
Nah 'letakkan' moody dalam ruang maen...dan segera maen dengan anak.
Klo diikuti numbuh moody baru...klo diajak maen jadi tersalurkan he2
3⃣ *bunda Rini-Surabaya*
family projek itu kayak apa ngge,,maklum saya awam....,blom tw ap2. apa kegiatan yg saya lakukan setiap hari,,membersamai anak melukis,menempel,,dll termasuk family project?
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
3⃣ bunda Rini...family project itu dimulai dengan hal2 sederhana namun perlahan mengarah atau menjadi kegiatan unik.
Membersamai anakNi yang penuh antusias pasti menghasilkan ide2 kegiatan baru.
Jika tidak antusias hanya jadi rutinitas dan sulit mencari ide baru.
Itulah mengapa saya memulai dengan kata antusias...gabungan indah niat dan imajinasi.
Jadi walau kegiatan-kegiatannya kecil dan sederhana, namun menghasilkan aneka ide dan kegiatan baru...-lingkar mekar- istilahnya.
Seperti efek ledakan berantai.
Inilah proyek keluarga sejatinya.
Yang pstinya unik dan tumbuh dari dalam (kekuatan khas keluarga masing2) ✔
4⃣ *bunda Izzah Maulidah-Gresik*
1. Komponen Lingkungan yang disampaikan dlm materi, apakah semua harus dikembangkan? atau hanya yg dominan sesuai minat anak?
2. Bila harus dikembangkan semua, bagaimana porsinya sesuai usia?
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
4⃣ bunda Izzah...lingkung itu hadir salah satunya untuk menggambarkan betapa banyak hal yang bisa dipelajari untuk kehidupan anak.
Tidak untuk ditakar apalagi dijejalkan kepada anak.
Semua lakukan dengan perlahan dan gembira. Lingkung bisa menjadi 'gudang' ide dan 'playground' aksi kegiatan anak.
Jadi Pakailah kacamata perancang dalam melihat lingkung dan potensi anak.
Selalu mencoba dan tidak takut salah. Tidak takut memulai dan temukan antusias diri ✔
5⃣ *bunda Muflikhah-Malang*
1. Tahapan cara membuat family project itu bagaimana. Apakah sesuai keinginan anak atau buat saja.
2. Untuk anak batita bagaimana project yang baik sedangkan pada usia itu anak dianjurkan main seinginnya dia dan bereksplore pada alam.
Matur nuwun ๐๐ป๐
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
5⃣ bunda Muflikhah...sama dengan saya dan orangtua lainnya.
Perlu bingits membangkitkan dorongan bermain kita (playbility).
Sebelum maen sama anak. Karena rutinitas 'memakan' kreativitas.
Jadi totalitas dalam maen sama anak itu yang diperlukan untuk menyalakan kegiatan asyik bersama anak.
1. Bisa dengan apa saja. Memulai dari kebiasaan anak itu keren banget. Berarti bunda menyalakan kemampuan menyerap yang baik.
2.Intinya mulai dari yang ada : kesenangan anak, kegiatan-kegiatan yang ada dirumah, hingga ruangan2 yang ada dirumah.
Tidak mengada-ada (di ada-adain) dan menunggu semuanya lengkap tersedia.
Ikut maen ikut guling2an...kotor2an...ngayal2an...
Di beberapa negri maju...buku paket sekolahnya detil membantu kegiatan di rumah.
Seperti menyusun makanan yang baik didalam kulkas, hingga cara bertetangga yang baik.
*maju=peduli pada anak
6⃣ *Watie dari IIP Bogor*
pertanyaan saya,anak ke dua saya suka rubic bahkan seperti kecanduan,yang dikerjakan dari bangun tidur sampai tidur lagi sebagian besar hanya rubic,ketika beliau saya libatkan dlm proyek2 keluarga(membersihkan rumah misalnya),pasti hanya sebentar,u masuk kembali ke kamarnya dan bermain rubic,bagaimana cara saya membuat anak saya bisa suka terlibat dlm proyek2 keluarga,maaf dan terima kasih
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
6⃣Bunda Watie...prinsip kegiatan itu sebenarnya:
Memuliakan dan membahagiakan.
Untuk anak yang sudah memiliki atau tampak keminatannya, mulailah dari apa yang mereka suka.
Ajak diskusi imaji2 dan pikiran2 tersembunyinya tentang rubic.
Tantang ia untuk menceritakan atau melatih anggota keluarga lain.
Hingga buat pameran kecil (galeri rumah) tentang minatnya. Juga bisa untuk anggota keluarga lainnya.
Baiknya ayah atau bundanya memulai terlebih dahulu...pameran keminatannya.
Intinya ajak dialog dan beri tantangan.
Dialog bunda itu sudah proyek keluarga๐๐ฝ
✔
7⃣ *Vina -serang*
Assalamualaikum, bang salah satu prinsip memulai project "jangan membuat yang terlalu sempurna". Mohon penjelasannya. Karena saya sendiri ketika merencanakan sebuah project... maunya bagus dan wooow begitu, meskipun itu dari aktifitas kecil. Hal tersebut ibaratnya seperti tolok ukur agar kita senantiasa melakukan yang terbaik.
๐จ๐ซ *Bang Ical:*
7⃣ bunda Vina...terlalu sempurna itu menyiksa he2.
Rancang cepat dan lakukan. Karena sejatinya maen atau berkegiatan itulah perancangan yang sesungguhnya.
Sifat mau wow terus dinyalakan.
Berguna dalam proses kegiatan dan mencari ide berikutnya
✔
8⃣ *Ulfah_Banten*
Assalamualaikum bang Ical
1. Kekurangan saya dalam membuat family project adalah masih meraba-raba jalan dan belum bisa mengembangkan ide awal project menjadi project2 berikutnya yg lebih luas dan beragam. Mohon saran dari bang Ical, agar mampu merancang dan mengembangkan family project lebih luas dan beragam
2. Bang Ical, mungkin pertanyaan ini berhubungan dgn Kulwap ini. Mohon dijelaskan tentang Melingkar Mekar dari konsep Emisol. Karena menurut saya, memahami konsep ini penting dalam membersamai anak dan membuat family project.
Terima kasih๐๐
๐จ๐ซ *Bang Ical:*
8⃣ bunda Ulfah...wa'alaikum salaam.
Hambatan ide biasanya ada di posisi ketika memikirkan diawal.
Apalagi pakai beban harus keren ditambah melihat2 kegiatan orang lain.hi2
Percayalah...ketika:
Antusias dan total dalam satu kegiatan yang kagetan (tidak direncanakan) malah lebih menumbuhkan ide2 keren berikutnya
Jadi biasakan merencana sambil melakukan (maen sama anak)
Keasyikkan maen sama anak yang akan menghasilkan banyak kejutan2.
Untuk emisol dan lingkar mekar kita buat sesi chusus aja yah. Biar melingkar dan mekar betul hi2...
Ngeles.com✔
*_Tanggapan 3_*
๐๐ป *Bunda Ulfah*:
Boleh menanggapi bang Ical๐๐
Apakah dalam family project boleh dilakukan secara spontan? Apakah hal2 yg spontan dilakukan itu bagus? Lalu bagaimana konsep dan pendokumentasiannya?
๐จ๐ซ *Bang Ical*:
Spontan itu asyik kok. Ini bisa jadi bagian riset (tuh rumah juga ada riset hi2)
Untuk memulai proyek keluarga atau bisa sebagai moodbooster ditengah2 proyek
*_Tanggapan 4_*
๐๐ป *Bunda Mery*:
Msh boleh menanggapi gak Mb Noni? Hehehe, ciri keasyikan ini ๐
Mengenai teknis Ayah Ical.. Anak yg sudah bs dilibatkan sulung 4 thn n kedua 2 thn, ketiga msh bayi.
Klo kegiatan bersama seringnya gak bs terlibat dua2nya. Misal kemarin nyuci baju bareng hanya abangnya aja yg tertarik, gmn ya cara supaya bs sama2 terlibat? ๐ค
๐จ๐ซ *Bang Ical:*
Bisa buat untuk masing2 anak itu keren.
Walau kegiatannya gak bersama2 tapi kita tau arah masing2 anak.
Bisa juga kegiatan yang sama tapi lanjutannya unik sesuai anak.
_*Tanggapan 5*_
๐๐ป *Bunda Mery*:
Sy kasi stabilo lg di kata2: RUTINITAS 'MEMAKAN' KREATIVITAS ๐ณ
Bagi tips dooong Ayah Ical yg super kreatif, gmn caranya supaya ide bs tuing2? ๐
๐จ๐ซ *Bang Ical*:
Hidupkan dorongan bermain bunda...berimajinasilah dalam kegiatan rutin he2
9⃣ *Iyye - IIP Cirebon*
Masih boleh nanya, mba?
Tanya dong, sebenarnya dalam proyek keluarga ini harus anak yang jadi pimpro dan ortu ngikut atau boleh ortu yang mengarahkan, kalo anak belum bisa fokus...?
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
9⃣. Bunda Iyye...
Family project tidaklah kaku.
Peran orangtua bisa berganti2. Melihat kondisi. Yang terpent ing adalah:
1.kemampuan menurunkan ekspektasi kita. Tidak menuntut semua berjalan dan memiliki hasil seperti bayangan kita.
2.kemampuan mengapresiasi dan merayakan semua langkah. Agar muncul ide2 baru menjadikan anak dan kegiatannya adalah tokohnya.
3.kemampuan bertanya. Agar anak lebih ekspresif dan menambah antusiasnya.✔
1⃣0⃣ *Aprilia Rahma - Surabaya*
Family project sllu diawali dengan family forum, nah bagaimana jika apa yg sdh direncanakan trnyta si anak, 4th, mendadak tidak mau ikut kegiatan family projectnya? sewaktu di observasi alasannya tidak mau, capek (pdhl juga blm beraktivitas), pdhl pas family forum setuju dg aktivitas tsb. Apa yg perlu diperbaiki dan kami lakukan ya? Jazakalloh ๐๐ป
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
๐Bunda Aprilia...Sebagai pendamping (teman tumbuh teman belajar) kita harusnya punya kemampuan mendengar yang baik.
Mendengar sebagai alat membaca tanda2 dari awal proyek.-proses-akhir
1.mendengar dengan hati:
kita bisa peka dan mengetahui rasa dari peserta proyek. Sesuai dengan kemauannya apa tidak. Terpaksa atau tidak. Belum tergali atau tidak.
2.mendengar dengan kepala:
Kita dapat mengetahui apa saja yang membuatnya penasaran. Hal2 yang ingin diketahuinya. Info2 yang membuat menyala matanya.
3.mendengar dengan kaki: kita peka dengam bahasa tubuh. Yang mulai kelihatan bosan atau sebaliknya.
Bagaimana melatihnya? Dengan bertanya dan ikut bermaen total bersama anak.
Jadi ketika anak menolak. Kita bisa mencari jalan dan kesempatan dengan cara memdengar diatas
Terus bertanya: bagaimana caranya ya? InsyaAllah jawaban akan memghapiri.
✔
1⃣1⃣ *bunda Muflikhah-Malang*
1. Tahapan cara membuat family project itu bagaimana. Apakah sesuai keinginan anak atau buat saja.
2. Untuk anak batita bagaimana project yang baik sedangkan pada usia itu anak dianjurkan main seinginnya dia dan bereksplore pada alam.
Matur nuwun ๐๐ป๐
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
1⃣1⃣Bunda Muflikhah...
Family project bisa melalui banyak cara. Bisa dari keinginan anak...bisa juga dari kita (ortu) dalam bentuk tantangan2 seru pada anak. Lebih baik lagi jika kita sesuaikan dengan potensi anak yang kita ketahui.
Untuk batita...lakukan tantangan saja bunda. Dan ingat fam project ini untuk kita seleluarga ya. Jadi bisa kita buat tantangan asyik dalam bentuk lomba2 dengan batita. Seperti lomba memasukkan kaus kaki kedalam laci, lomba meniup tisyu, lomba menyiram tanaman.
Catat dan buat pemenangnya. Satukan lomba2 tsb dalam kesatuan tema. Misalnya tema kamar tidur. Berarti kegiatan lomba sekitar kamar tidur. Tema pekarangan dll
✔
1⃣2⃣ *Isti - Pontianak*
Ayah Ical, jika kita ingin mengenalkan ttg wisata sejarah pd anak2 usia 4-7 th kira2 kegiatan apa yang kiranya sesuai dan tidak mala jadi terkesan outside in?
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
1⃣2⃣Bunda Isti...
Pembelajaran sejarah bisa bertahap.
Mulailah membuat peta waktu sejarah anak. Kapan ia lahir...kapan waktu pertama berjalan....kapan waktu pertama bisa bicara dan selanjutnya.
Ia boleh jadi berperan sebagai wartawan. Bisa wawancara dengan ayah...bunda...nenek atau pamannya.
Hasilnya ia bisa presentasikan garis waktu (peta waktu) sejarah hebat dirinya.
Pertanyaan2 bisa dibuat lebih kreatif. Seperti...serba pertama kali, serba mengejutkan (kejadian2 heboh), serba menggelikan (pengalaman2 lucu)
Setelah itu mulailah mengajak ia u mengobservasi sjarah2 yang ia suka.
Mungkin juga tema pariwisata sejarah itu masih mau kita?
Mari dengar2lah.๐๐ฝ✔
1⃣3⃣ Nurlian Kalsel
Apabila janji2 project kita dengan anak tertunda, apakah hal tersebut bisa menghambat munculnya ide2 project yg lain?
Janji2 yang tertunda tidak usah jadi beban bunda Nurlian...
Siapa tau ada ide2 baru yang datang ramuan dari kegiatan2 yang belum terlaksana. Atau menemukan rangkaian kegiatan2 baru lainnya.
Yang berpotensi menghambat ide itu adalah tidak berkegiatan bersama anak samasekali.
Kegiatan yang kita total ikut maen bersama maksudnya.
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
1⃣3⃣Bunda Titi...
Emisol adalah Empati (menyerap) imajinasi (mengolah) dan solusi (mentajikan)
Tiga tahap berpikir sekaligus beraksi ala orang Indonesia.
Ketiga langkah tersebut dilakukan melingkar. Dari solusi kembali lagi ke empati>imajinasi> solusi dan trus mekar.
Jadi emisol yang baik itu trus melingkar dan terus mekar.
Ide dan aksi terus berkembang. Tidak disitu2 saja apalagi tidaku melingkar sempurna .✔
1⃣4⃣ Titi Kalsel
Saya penasaran sama istilah mekar melingkar Dan emisol. Mohon penjelasannya.Mudah2an bisa nyimak lanjutannya.. ๐
๐จ๐ซ *Bang Ical :*
1⃣4⃣Ini cara kreatif ala bangsa kita.
✔
_____________________________
*Penutup*
⚡ pikiran asyik dan ide itu muncul dalam keadaan rileks.
❓rajinlah bertanya dan mengumpulkan pertanyaan2. Tentang cara dan jalan.
๐ฌ mati gaya itu asyik karena biasanya jadi saat Aha! Muncul aneka jawaban dari pertanyaan2.
==S E L E S A I===
๐ *Resume Diskusi Siang Group Kader Nasional HEbAT* ๐
*Konsep dasar dan persiapan Magang*
_Bersama Bunda Septi Peni Wulandani & Ustadz Harry Santosa_
Rabu, 23 Maret 2017
Admin : Bunda Deasy
Moderator: Bunda Rita
Notulis: Ayah Muji
=======================
Pengantar singkat :
Silahkan pelajari framework FBE. Magang ada di fase mana.
Dan pertanyaan bisa di breakdown dari itu.
Karena ini sangat singkat, *materi nya adalah seputar konsep dasar persiapan magang*
Silahkan imajinasikan 'kebutuhan' anak dan kita terkait hal tsb
======================
*Diskusi*
*Bunda Rita:*
Tahapan apa yg harus disiapkan agar anak dapat diterima magang
*Bunda Septi:*
Kalau kami memperkuat terlebih dahulu :
1. iman,
2. akhlak,
3. adab dan
4. cara bicara anak-anak ,
Setelah itu mengajaknya untuk mengenal siapa dirinya ( who am I). Karena kalau modal anak sudah kuat di 4 hal tersebut, dan paham tentang dirinya, yang mau menerima magang biasanya banyak
*Ummu Amira:*
Mengapa cara bicara anak dibedakan dg adab? Bukankah cara bicara bagian dr adab?
*Bunda Septi :*
Oh ya, karena adab itu tidak cukup diajarkan saja harus ditularkan. Sedangkan cara bicara itu ketrampilan yang harus kami latihkan terus menerus. Cara bicara itu menyempurnakan adab bicara. Anak sudah tahu adab bicara, tapi tidak pernah praktek ketrampilan bicara, biasanya akan gagap ketika di lapangan. Saya sering membuktikan hal ini di anak-anak yg sering magang di tempat saya. Busana sudah syar'i, adab sudah diketahui, tetapi gagap di komunikasi, akhirnya sayapun harus memulangkan anak-anak ini, untuk belajar komunikasi dg baik dulu sebelum magang.
*Bunda Ina:*
Apakah baiknya di setiap rumah memiliki usaha? Melihat dari usaha orang aseng yg sudah membiasakan anak anaknya terlibat langsung.
Lalu apa sajakah yang perlu disiapkan anak bila menitipkan pada ahlinya?
Apa sebaiknya gurunya membuat silabus magang? Sambil terus dipantau amalan usai ilmu magangnya?
*Bunda Septi:*
Kalau komunitas kita rata-rata pengusaha, semakin ideal sebagai tempat magang anak-anak. artinya kita semua satu value.
yang perlu disiapkan anak adalah 4 hal yang saya sebutkan di atas.
Kalau kami tidak meminta guru membuatkan silabus, anak-anak mengikuti apa yang disampaikan sang guru, karena yang lebih paham tentang ilmu itu mereka
*Bunda Noni:*
Bu Septi
Apa Standart yang harus dimiliki tempat magang bagi anak kita yang akan magang di tempat tersebut...
๐matur thankq
*Bunda Septi:*
Mbak Noni, sesuaikan dengan valur keluarga dan tujuan ilmu yang akan dipelajari anak-anak kita
*Bunda Dinda:*
Anak kami usia 10y5m dan 8y10m perempuan sudah bisa magang ditempat usaha kah sesuai passion nya?
*Bunda Septi:*
Mbak dinda sebaiknya jangan buru-buru ke arah usaha dulu, memperbanyak ilmu yang tidak tertulis dan terbaca di buku, itu tujuan utama magang di keluarga kami, bisa memicu anak untuk membangun usaha itu bonus, tapi bukan yang utama. Karena kita tudak akan pernah tahu peran anak kita sesungguhnya apa di kehidupan ini. Maka berjalanlah terus tanpa "mendikte" atau "mengarahkan" anak di satu usaha, yang menurut kita pasti ini jalan hidupnya. Amati dan terlibatlah dalam proses tanpa menghakimi
*Bunda Rita:*
Selama ini kita berpikir magang itu tujuannya untuk mengasah jiwa enterpreneur, sesungguhnya apakah yg lebih esensial dari program pemagangan berbasis HE ini Bu?
*Bunda Septi:*
Bu Rita, sudah terjawab di pertanyaan di atas. Selain yg sudah saya sampaikan di atas, ada juga tacit knowledge yang perlu anak-anak dapatkan dari berbagai maestro
*Bunda Yardha:*
Ibu, apakah magang ini harus identik dengan bisnis/enterpreneur? Adakah pengertian yang lebih luas dari proses magang ini sendiri?
*Bunda Septi :*
Proses magang itu sejatinya adalah proses anak-anak belajar dengan orang dewasa lain selain orangtuanya, apabila berjodoh akan menjadi orangtua ideologis anak-anak dalam menemukan jalan hidupnya. Maka saya sangat jarang memagangkan anak-anak ke pabrik-pabrik semasa dia pre aqil baligh akhir dulu, kecuali diterima oleh sang founder pendiri pabrik tersebut.
Baru setelah anak-anak mendapatkan orangtua ideologis, dan sang orangtua ideologis ini memiliki pabrik besar berskala nasional, dan meminta anak saya untuk magang di semua lini usaha yg ada disana unt mempelajari sistemnya, maka saya meminta setelah usia 15 th saja.
*Ayah Andi:*
Ibu, apa sebenarnya tujuan magang?
Bagamana menilai berhasil atau tidaknya magang?
*Bunda Septi:*
Magang itu menambah pengalaman hidup dan belajar hidup, sehingga kalau pengalaman hidupnya bertambah dan itu jadi tujuan awal artinya sukses
*Bunda Ira:*
Bagaimana cara kita minta bantuan tempat magang untuk menerima anak kita? Bila tempat itu sudah sesuai dg keinginan anak kita?
Menyangkut biaya misalnya?
*Bunda Septi:*
Bangun portofolio anak, dan jalin silaturahim sebanyak-banyaknya...prinsip kami murid siap, guru datang, jadi tidak perlu dicari..
*Ust Harry Santosa:* Sekedar manambahkan, bahwa Magang atau Merantau sesungguhnya adalah Sunnah Rasulullah SAW ๐๐. Para Ulama di Minang menyebutnya Merantau, di Aceh disebuat Meudagang, di Sulawesi lain lagi.
Biasanya, sebelumnya didahului dengan Masjid atau Tempat Belajar: Surau Merantau, Meunasah Meudagang. Ini berarti sebelum magang atau merantau atau meudagang harus kokoh dulu fitrah keimanan dan adabnya antara usia 7-10 tahun.
Dalam pandangan syariah, usia 10 tahun adalah dimulainya persiapan aqilbaligh (kamar dipisah, jika tdk sholat boleh dipukul), ini berarti fitrah keimanan, fitrah seksualitas, dan fitrah bakat setidaknya sdh tumbuh kuat potensinya.
Dalam standar pendidikan sepakbola FIFA, usia 10 tahun mulai dipastikan bakat sepakbolanya dengan talent scouting, kemudian wajib dibimbing coach dan kemudian sejak U10 wajib menjalani 36 kali match sampai 48 match dalam setahun, sampai menjadi pro di U17.
Magang bersama Maestro, idealnya memang dimulai setelah usia 10 tahun, sebagaimana Rasulullah SAW mulai magang merantau berdagang bersama pamannya di usia 11-12 tahun.
Realita pada prateknya adalah bahwa anak usia 10 tahun bahkan 12 tahun masih dianggap anak anak oleh orangtuanya bahkan oleh Maestronya, dan anaknya sendiri mempersepsi dirinya anak anak.
Realita kedua adalah tidak mudah menemukan Maestro yang relevan. Ada anak yg beruntung cepat mendapat Maestro yg relevan, ada juga sampai usia 18 tahun bahkan lebih baru menemukan. Ini perlunya jaringan pemagangan dan jaringan Maestro beserta klasifikasinya
Realita ketiga adalah sulit mempertemukan hasil talents mapping pd usia 10 tahun, dengan profesi atau kepakaran yang relevan. Di sisi lain, anak kita harus didorong menemukan perannya sendiri yang barangkali belum ada hari ini.
Realita keempat, harus disadari bahwa Belajar dan Bakat baru salah dua dari aspek fitrah. Ada aspek fitrah keimanan, fitrah seksualitas, fitrah individualitas dll yang juga perlu dipertimbangkan serius. Pendamping Akhlak atau Murobby atau Chaperon juga diperlukan,
Realita kelima, banyak kasus terjadi adalah salah magang. Maestro tidak sesuai dengan bakat atau minat anak. Walau misalnya diperlukan Maestro IT atau Maestro Financial, ternyata bidang IT dan Finance sangat beragam
Realita keenam adalah Skill dan Knowledge yang diperlukan atau dipersyaratkan sebelum pemagangan. Ada kasus anak magang di bursa saham, ternyata perlu paham keuangan sebelumnya.
๐๐
*Bunda Deasy ISO:*
๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Jazakumullah Khairan Katsiran Ustadz.
Semakin mencerahkan.
Boleh tanya lagi Ustadz?
1. Apakah magang disini ke maestro berarti pribadi atau ke sebuah parusahaan/Institusi?
2. Apa saja syarat kita memilih maestro selain sesuai dengan minat dan bakat anak? Apakah hrs dipastikan juga yg Sholih? Misal jika ternyata non muslim gmna?
Mohon pencerahannya ustadz?๐๐
*Ust Harry Santosa:*
1. Bisa keduanya. Kalaupun ke perusahaan tetap ada mentornya.
2. Syukur2 sang Maestro merangkap Murobby. Jika tidak ada yang bisa merangkap, berarti perlu keduanya. Seringkali Maestro berbeda agama, namun jika fitrah keimanan anak sdh kokoh kita tdk perlu khawatir. Karenanya, idealnya usia 10 ke atas, dgn asumsi fitrah keimanan dan fitrah seksualitasnya juga individualitasnya sdh ok
*Bunda Rima:*
Ikut tanya ustadz, apa yang menjadi ciri atau syarat bahwa anak sudah siap dimagangkan?
Karena ada kekhawatitan walaupun usia sudah mencukupi, tapi cakupan2 skill, adab dan hal lain nya belum siap.
*Ust Harry Santosa:*
Selain usia dan semua aspek fitrah yg tumbuh baik sebagai hasil "lingkar mekar" di rumah, hal yang penting adalah "kacamata ibu" , firasat dari manusia yang telah melahirkannya
*Bunda Rima:*
Nah ini dia firasat.. ๐
Ustadz, jika misal kita tidak menemukan maestro yang cocok dengan hati yg sesuai dengan bakat anak, apa yang sebaiknya kita lakukann
Bolehkah kita menitipkan anak bukan dalam rangka mengasah bakat. Misal dalam rangka meningkatkan fitrah2 yang lain?
*Ust Harry Santosa:*
Meng "Homestay" kan anak pada orang shalih atau keluarga shalihah kan sunnah Nabi SAW
==S E L E S A I==
